Showing posts with label lupusonmedia. Show all posts
Showing posts with label lupusonmedia. Show all posts

Wednesday, April 11, 2012

The Beginning of The End. House M.D: It's Lupus!

Oke, episode pembuka House Season 8 jelas membuat saya agak terharu biru. Setelah penantian lumayan lama dari berakhirnya season 7 yang dramatis, tentunya saya lumayan berdebar-debar excited menyambut episode pertama. Girang macam anak kecil di toko mainan. Tapi agak nyesek juga saat mengetahui inilah season perpisahan. Ah...

Twenty Vicodin, begitu judul episode pertama. Di tengah haru biru antara girang dan sedih, 15 menit pertama langsung menghentak. Singkat cerita, House yang sedang dipenjara, langsung mendiagnosis sesama narapidana yang mengeluhkan sakit dengaaaaannnn.....(drum roll)....Lupus! "It's Lupus". Dan ya, dia berkali-kali mengucapkannya untuk meyakinkan sang dokter yang bertugas di penjara. Whoaaa...

Jadi mikir. Eh, ini House bukan ya? Hahahaaa...agak ironis kalau ingat bahwa seorang dokter House yang punya mantra andalan: "People don't change" ternyata bisa berubah! Mungkin sebuah pertanda ya..untuk mengakhiri kejayaan serial itu setelah (menuju) 8 tahun. House memang sudah banyak berubah. Jajaran pemerannya, hingga konfliknya yang semakin rumit dan berliku. Mungkin memang sudah saatnya.

Friday, March 30, 2012

It's Not Lupus


If you're a Lupie, you'll love dr. Gregory House! Walaupun dia 'hanya' seorang tokoh dokter di serial TV “House”, tapi dia adalah dokter paling brilian di dunia pertelevisian yang memecahkan kasus-kasus medis yang tergolong sulit dan misterius. Saking briliannya, saat mengalami sakit berkepanjangan sebelum diagnosis Lupus muncul, harapan terbesar saya adalah mengadu pada dr. House! Maklum, setelah 2x masuk rumah sakit, tes darah entah berapa banyak tanpa perkembangan dan jawaban, wajar kalau saya mulai hopeless dan terobsesi mencari tahu apa penyakit saya. Dan ya, dr. House pasti punya jawabannya!

Thursday, March 29, 2012

I Have Lupus

Lupus disimbolkan dengan kupu-kupu yang diambil dari gejala khas odapus
yaitu butterfly rash (ruam merah berbentuk kupu-kupu di area hidung dan pipi).
Ungu digunakan sebagai warna dalam kampanye peduli Lupus.

Bukan, sayangnya Lupus yang satu ini bukan tokoh paling top jaman 80-an yang suka mengulum permen karet, punya adik bernama Lulu dan ibu yang lebih khawatir kehilangan sendok daripada anak. Ah, padahal sampai akhir 2008 Lupus yang saya tahu ya hanya ABG berjambul itu. Tapi mungkin, alam semesta punya rencana lain dan berkonspirasi agar saya tahu lebih dari itu.

Sejak didiagnosis dengan penyakit Lupus awal 2009, saya mulai mencari tahu sendiri apa itu Lupus. Yes, I have Lupus..what then? Googling. Ok, setidaknya itulah yang saya lakukan. Ada banyak informasi di luar sana soal Lupus, mulai dari tulisan yang njelimet penuh dengan istilah kedokteran hingga blog pribadi odapus (orang dengan Lupus) atau meminjam istilah asing yang buat saya terdengar lebih keren: lupie atau spoonie (asal muasal istilah kedua dijelaskan di bagian We are SPOONIE - THE SPOON THEORY).